Siang itu saat
kelas lagi tidak belajar.
Ketua kelas
berkoar “teman-teman selepas pulang sekolah jangan pulang dulu yaaa. Ada yang
aku mau bicarain… penting!!”
“ada apa fin?
Penting banget ya keliatannya ??” marsa penasaran atas ucapan refin sebagai
ketua kelas. “udah..udah.. bentar lagi pulang kok sa ! ntar juga dikasih tau”anak-anak
lain mencoba menghilangkan rasa penasaran marsa.
***
“Krrringgggg…..krriiingggg…krrringggg…”
Bel telah berbunyi
Waktu menunjukkan pukul 2 siang,
siswa/siswi SMA Kirin diperbolehkan pulang sekolah
“eitss.
Teman-teman sesuai perjanjian kita, kalian jangan pulang dulu.. aku mau
bicarain sesuatu sebelumnya maaf kalau menunda waktu pulang kalian (hehe)”
refin menahan anak-anak di depan pintu kelas mereka
“iya..iyaa… ga papa kali” marsa
menepuk pundak refin
“yaaa semuanya duduk di kursi
masing-masing dulu yuk”
“mulai aja fin” anak-anak sudah
tidak sabar
Refin menarik
nafasnya sebelum memulai pembicaraannya kepada anak-anak kelasnya
“okee.
Bismillahirrahmanirahim aslm wr.wb temen-temen sebelumnya aku ucapin
terimakasih kepada kalian karena meluangkan waktu kalian untuk berkumpul di
kelas ini, sebenarnya aku mau bicara banyak nih, yaaah… yang pertama aku mau
bicarain tentang kelas kita belakangan ini. Aku rasa kelas kita keliatan buruk nih
… hmmm maaf ya sebelumnya kita udh ga kayak dulu lagi banyak guru yang bilang
nilai kelas kita-kita menurun, hampir 80 % dari kita banyak yang udah menurun
nilainya. Sebenarnya aku ingin
menyampaikan ini dari dulu sama kalian tapi aku mau liat sendiri dulu kelas
kita kayak gimana sebelum aku bilang ke kalian. Aku juga pengen bilang sesuatu
ke kalian ini berhubungan dengan wali kelas kita, tapi sebelum itu kalian siap
ga ngedenger kabar ini??”
“siap kok……”
teriak anak-anak
“ bu Hikari………hmmmm”
“bu Hikari
kenapaaaaa????” anak-anak penasaran
“teman-teman bu
Hikari mau pindah karena…..” refin terdiam
“karena apa fin
?”
“karena satu dan
lain hal, banyak sih penyebabnya”
“iyaaa? Kok
bisaaa?”
“yaaah maka dari
itu ini berhubungan dengan bu Hikari. Bu Hikari sedih dengan keadaan kita
sekarang . jadi gimana nih? masa kita harus begini seterusnya? kalian ga mau
kan? Kalian ga mau kan bu Hikari bersedih hanya karena kitaa?” refin bertanya
kepada teman-teman sekelasnya
“ga mau……………!!! Terus apa yang kita harus lakukan??”
“yaaa satu-satunya jalan adalah
kita harus berubah. Yaaah kita harus berubah kita tunjukkan kalau kita bisa merubah
nilai kita-kita, kita harus bisa merubah sikap-sikap kita kepada guru” refin
meyakinkan anak-anak kelas
Sepatah kata
dari refin dan juga marsa, dinda, dan yang lainnya mereka menyampaikan usul
sekaligus mereka curhat. Anak-anak sekelas legah atas keputusan mereka
Esok harinya.
Hari-hari
berjalan lancar. Suasana kelas yang dulunya ribut,ga mendengar guru, dll
sekarang menjadi kelas yang tenang, tentram, dan serius membuat anak-anak kelas
2-7 SMA Kirin merasa mereka telah berubah.
SMA Kirin adalah
salah satu sekolah yang unggul di Jakarta. Walaupun sekolah ini berlabel negeri
tetapi sekolah ini termasuk sekolah yang juga tinggi nilai islamnya dan juga
terakreditasi “A” di sekolah ini memiliki satu guru terbaik,cerdas, yang sangat
disayangi oleh anak-anak terutama anak-anak kelas 2-7 SMA Kirin ia sering di
sebut dengan sapaan bu Hikari
Bu Hikari adalah
sosok guru yang berbeda dengan guru yang lainnya. Beliau ialah guru yang
penyayang, perhatian, dan juga punya banyak kisah-kisah inspiratif yang sering
diceritakan kepada anak-anak muridnya
***
SMA Kirin heboh
belakangan ini dikarnakan kabar bahwa bu Hikari guru kesayangan mereka ingin
pindah. Khususnya anak kelas 2-7 di kelas ini lah yang paling heboh mendengar
kabar ini karena kelas ini lah yang paling sedih di tinggalin oleh orang yang
disayanginnya
Bu Hikari
sebagai wali kelas 2-7 ingin pindah dari sekolah favorit di Jakarta ini,
sebenarnya karena hal-hal yang terjadi belakangan ini yang membuat bu Hikari
ingin pindah
***
Ekskul hari ini
tidak seperti biasanya yang biasanya semangat,ceria dalam mengerjakan segala
macam tugas dari masing-masing ekskul. Khususnya ekskul yang dipegang oleh bu
Hikari yaitu ekskul musical.
Tiba-tiba
ruangan ekskul musical yang biasanya ribut karena latihan sekarang menjadi
ruangan yang sepi dan sunyi. Semua murid yang mengikuti ekskul ini yang
biasanya semangat mengikuti ekskul tapi karena mendengar kabar buruk itu kabar
bahwa bu Hikari sebagai pembina mereka ingin keluar dari ekskul sekaligus
sekolah. Saat itu juga bu Hikari datang memasuki ruangan latihan mereka untuk
terakhir kalinya
“maafkan ibu yaaa anak-anak…..” bu
Hikari mengucapkan sepatah kata untuk mereka
“ibu kita yang minta maaf bu…
maafkan kita kalo selama ini kita banyak salah sama ibu baik di sekolah ataupun
diekskul ini, maaf yaaa buuu…. !!!!” serentak anak-anak
“iya nak, kalian ga sama sekali salah sama ibu
kok…. ibu juga mau minta maaf ya kalau ibu mengecewakan kalian….ini udah
menjadi pilihan terbaik ibu nak, sebenarnya ibu sangat sayang sama kalian dan
ga mau meninggalkan kalian tapi…. Ya benigi lah, ibu sangat terkesan nak selama
ibu berada di sini”
“iya bu…. kita maafin kok,kita
juga sayang sama ibu. Kalo itu emang pilihan terbaik ibu berarti ibu sudah
mempertimbangkannya bener-bener bu, kita ga marah kok kalo itu emang yang
terbaik buat ibu”
Hari-hari
terakhir bu Hikari berada di sekolah, semua anak-anak menuliskan pesan dan
kesannya kepada bu Hikari. Segala macam hadiah dan surprise diberikan khusus untuk
bu Hikari di atas mejanya. Bu Hikari terharu dan meneteskan air mata. Esok
harinya ia meninggalkan sekolah tersayangnya ini dengan membawa segala macam
barang-barang berharganya dan pamit.
***
SEMUA
TENTANGMU
Semua tentang
ibu..
selalu membekas
di hati ini
cerita inspiratif
darimu
akan selalu
semua kenangan
tak akan bisa ku
lupakan ku hilangkan
takkan mungkin
silaturrahmi kita-kita terputus..
selamat tinggal..
ku tak ingin kau
lepaskan semua
ikatan
silaturrahmi
yang t'lah kita
jalani slama ini
selamat tinggal..
kita telah
ikhlaskan semua
jangan lupakan
kita
yang mendoakan
ibu selalu
kita disini..
selalu menanti..
[Bu Hikari]

